Puisi Terima Kasih Untuk Guru

puisi guru

Sajak master berikut berisi lebih berasal kompilasi 25+ tembang untuk sosok guru yang telah mendidik dan memberikan guna-guna kepada kita.

Ilmu yakni sebuah harta yang dahulu berguna untuk seorang anak adam. Tanpa ilmu, kita tidak akan bisa menjalankan kehidupan yang sejahtera. Makanya karena itu, kita perlu meluhurkan manusia-cucu adam nan telah membagi hobatan kepada kita terutama kepada seorang guru.

Insan master ialah seseorang yang sangat berarti untuk kita. Selain itu, jasa koteng guru lagi sangat besar bagi pesuluh-muridnya. Dapat dibayangkan bahwa guru ibarat orang tua bangka kedua kita setelah ibu dan ayah kita ketika di sekolah. Mereka yang sudah lalu godok serta memberi pelajaran dengan maksud agar esok kita dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Jasa seorang master pula tidak dapat terbalaskan oleh petatar. Hanya sebuah ucapan terimakasih kepada guru sekali lagi seringkali dihaturkan makanya muridnya melalui puisi alias puisi yang menjejak hati kiranya membuat hawa mereka bahagia mendengarnya.

Berikut ini adalah antologi ideal tembang untuk guru pecah seorang peserta.

puisi untuk guru
puisi bikin guru

Pesan untuk guruku

Maka itu Lisa Ardhian Widhia Sari

Dalam lirih keluh di bibirku
Aku sopan tak maksud membencimu, wahai guruku
Ego kami masih bangkitkan ragu
Kesal dan bosan terus melecun, hati ini sagu betawi membisu

Di relung terdalam, aku kembali perikatan sadar
Kelabunya di mataku, kau tetaplah penatar
Mengalirkan bakti tanpa ingkar
Demi wilayah agar tidak buyar

Guruku
Maksudku sampaikan rasa bukanlah untuk ungkap luka
Engkau merupakan pelita terang, momen kau mampu berkelana
Merangkul seluruh murid tanpa pilah sering
Berbincang-bincang ibarat cak sahabat dan tetap beretika.

Terima hadiah kuucapkan
Untuk seluruh pembangun insan cendekiawan
Si petutur hobatan pecah guratan awan
Penuh anugerah nan asli cerbak kau berikan

Guruku
Kau yaitu jingga, makhluk inspiratif dalam senja
Kau sebenarnya surya, pengurai untuk generasi bangsa
Dan kau ibarat gerimis kiranya
Yang kemudian hari menangis melihat kami sukses dengan bangga.

Tombak keberhasilanku

Oleh Amanda Nurdhana D.

Pena menari di atas kertasku
Menuliskan setiap kata yang kau ucapkan
Mengasihkan secercah cahaya dalam keremangan
Menuntunku menuju jalan kejayaan
Walau lelah terlihat di wajahmu bukan menghapus semangatmu

Kau kerap mendampingiku menuju cita-citaku
Mengajariku hal-hal baru
Dengan sabar kau membimbingku
Walau sikap nakalku sama sekali mengganggumu

Alangkah besar pengabdianmu
Untuk mencerdaskan generasi mudamu
Songsong hadiah kuucapkan untukmu
Suhu ku …………..
Kau ialah orang tua keduaku

Kan kukenang selalu jasamu
Sekali lagi kuucapkan terima kasih untukmu
Semoga cangap bahagia hidupmu
Kebaikan akan majuh menyertaimu.

Guru

Guru
rasi teringat bersama jasamu
yang udah memberikanku ilmu
dan.. kau juga yang membuatku digdaya

Kau mengajariku bersama bersungguh – bukan main
kau sebabkan diriku bersemangat juga
bersemangat di dalam mengejar hobatan….
dan.. kau demap jati di dalam mengajariku

Guru..
kau tidak dulu menginginkan sinyal jasa
kau tidak dulu mengeluh,,
kau sebabkan diriku bangkit lagi
untuk.. belajar

Terima kasih temperatur..
aku berjanji
akan menandingi semua jasamu
dengan melajar bersungguh -sungguh

puisi guru
sajak guru


Terimakasih Untukmu

Syukur suhu-guruku
Atas waktumu mendidik diriku.
Engkau ialah orang tua kedua bagiku
yang besar perut akau temui kecuali tahun minggu

Songsong kasih suhu-guruku
kau mutakadim menjadi motivator hidupku
songsong rahmat guruku
kau telah menjadi cemeti bangun pagiku.

Terima anugerah temperatur-guruku
Pekerjaan rumah yang kau berikan kepadaku
mengajarkanku menghargai waktu
hendaknya bukan lupa tanggung jawabku

Syukur guru-guruku
bukan akan pernah kulupa jasa-jasamu
enggak akan jalinan ku abaikan nasehat-nasehatmu
Agar aku bisa mencecah cita-cita besarku

Guruku

Maka itu Syafni

Guru ialah pahlawanku
Guru mengajariku
Guru mendidikku

Guruku…
Aku cak acap membanggakanmu
Aku cangap mengingatmu

Guruku…
Terima kasih atas kasihmu
Karena kasih sayangmu
Membawaku ke panggung
yang makin baik.

Ratib untuk Guruku

Periode demi ku lewati merasa hampa
Minus ilmu dan kasih sayangmu
pada siapakah ku wajib bertanya
Dari manakah ini asalnya
Ku haus ilmu dan mengidamkan belajar

Temperatur,,,,,
Plus cepat kau menghilang dariku
begitu cepat kau dan aku berpisah
Akankah kita bersua kembali

Suhu,,,,,
Ingin ku balas jasa-jasamu
Namun ku tak dapat melakukannya
Ingin rasanya ku membuatmu berbangga
Tapi apakah ada anju untuk melakukannya

Sekarang……
doang rangkaian zikir
yang bisa ku persembahkan untukmu
semoga panjang roh dan berhasil bosor makan
Hingga kita bisa bersua kembali
Mudahmudahan Allah menghendaki

puisi untuk guru
Puisi guru

Thank You

Teachers, you open up young minds
Show them the wonders of the intellect
And the miracle of being able
To think for themselves

Teachers, you are exercises the mental muscles of students
Stretching and strengthening
So they can make challenging decosions
Finding their way in this world

The best teachers care enough
To gently push and prod students
To do their best and fulfill their potential
Thank you, teachers

Guruku yang hebat

Oleh Moh Adhuri Ali Syaban

“Bagaimana tidak hebat
rutinitas pagi harus serba hemat
ingat tepat
mandi cepat
makan pagi kalo adv pernah

guruku hebat
jam 05.00 sudah lalu wangi
menjemput sang pelangi
mengantarkannya meraih impi
demi ibu pertiwi

guruku hebat
bertahun musim menahan diri
dari kerinduan hati
dari nafsu yang menghampiri
walau kadang makan hati

guruku hebat
bagimana tidak hebat
tiap hari menopang martabat
walau kadang tak bersahabat
sahaja taat abadi

guruku tetap hebat…
privat kekurangan tetap bersikeras
internal kesederhanaan tetap diam
dalam kemenangan tetap sopan
dalam kemakmuran tetap tenang

guruku memang hebat
meski lain konglomerat
tetapi tidak melarat
meski bukan bangsawan
namun tetap menawan

guruku hebat
mendidik anak area sepenuh hati
mengajarkan khuluk pekerti
mudahmudahan menjadi insan nan bernurani
sonder harus menyakiti

guruku taat yang hebat
gaji kecil tak sakit hati
gaji layak tak beraga diri
kendati banyak yang sakit hati
karna master dapat sertifikasi

guruku memang hebat
karena sertifikasi dituntut kompetensi
sekiranya bukan mau diamputasi
makanya penguasa kewedanan
yang “katanya” ramah

guruku memang hebat
meski mutasi dan gandanya kompetensi mengancam diri
tak menjadikannya terpotong hati
mengabdikan diri untuk kewedanan
sambil menunggu panggilan Firdausi.”

Guruku

Guru….
Kau yang godok dan mengajariku
Kau laksanakan itu semua bersama ikhlas
Kau ialah orang tuaku di sekolah

Guru……
Tanpamu ku tak bakal dapat memperoleh ilmu
Semua keikhlasanmu bakal kaprikornus cak bimbingan yang baik
Oh guru..Kau adalah PAHLAWAN Minus Tanda JASA

Pinang sebatang Kapur

Maka dari itu Iroh Rohmawati

Deretan deretan bangku tanpa kedua kaki tetap berdiri biar tidak mampu berdiri tegak
Suara lantang terus kau keluarkan sampai mengusir tikus tikus kemalasan diotak kami
Sonder mengenal payah kau terus menempa kami
Kendati keringat bepercikan dan gaji tak seberapa dibandingkan gaji para aparatur aparatur negara yang tidak adil

Guru
Etiket yang akan selalu dikenang sepanjang masa
Dengan ketangkasan menarikan sebatang kapur diatas kayu tulis yang mulai menyampuk
Dan terus ki menggarap setakat kami mendapatkan arti pentingnya kehidupan

Pipit kecil

Oleh Zuarni, S. Pd.

Semula sua kita Kami enggak siapa-siapa
Saja pipit kerdil dengan perdua menganga dan sayap setengah ternganga
Kami hanya berputar… berputar…
Dan nomplok di pundak ilmu temperatur-guru kami

Semula jumpa kita Kami bukan segala apa-apa
Namun sobekan-sobekan kertas bukan bermakna
Menunggu tangan-tangan kokoh dan jemari lentik hawa kami
Merangkainya menjadi kancing yang sepan diperhitungkan

Guruku… lihatlah pipitmu
Kami telah seperkasa garuda, selincah merpati
Dengan ilmu dan petuahmu
Picing mata nanar sudah lalu sejelita mentari siang hari

Anju seok… mutakadim mantap menapaki jalan drastis beronak

Kini pipitmu…
Telah siap mangut… terbang memetik cita-cita spirit
Anda meninggalkan
Secuil rekaman spirit kami di sini.

Guruku Idolaku

Suhu..
ialah ajang aku menghadapkan…
Guru..
adalah wadah aku mencurah kan isikan hati ku…
Master..
merupakan cucu adam yang sangat solo untuk ku…

Mereka nan selalu mendidik,membimbing,menjaga Baha centung menyanyagi ku seperti anak nya sendiri…

Betapa Mulia nya kau Guru…
Bukan main baik nya kau Suhu..
Betapa Sayang nya kau Guru..

Kau bagai kan Idola bagi ku Hawa…
Enggak centung ku tengung-tenging teko kau Guru..

Guruku Pelitaku

Oleh Rizki Alysa

Guruku pelitaku
dihidup ku nan gelap gulita
kau pancarkan sewu cahaya
kau bagi2kan ilmu pda kami
kami yang tak luang di keefektifan

karnamu kami bisa menulis dan mendaras
karnamu kami jadi tau beraneka macam ilmu

guru..
Kau adalah bah pelita
penerang dalam gulita
jasamu tiada tara..

Jika ku bisa centung ku petik bintang
sbagai segel trimakasih ku
untukmu wahai guruku
kau lah pelita privat roh ku

Puisi bertema guru

Bersamamu, guruku

Maka dari itu Yoga Permana Wijaya

Momen aku menatap langit
Tingginya takkan boleh kuraih berjinjit
Tapi tatkala aku menatapnya bersamamu, guruku
Aku dapat menggapai cita setinggi itu
Momen aku memandang samudera
Hamparan luasnya takkan bisa kupeluk di dada
Tapi tatkala aku memandangnya bersamamu, guruku

Aku bisa merangkul mimpi seluas itu
Ketika aku melihat giri
Beratnya takkan mampu kupikul di bekas kaki
Tapi tatkala aku melihatnya bersamamu, guruku
Aku mewah mengangkat ilmu seberat itu

Itulah tinggi, luas dan bertanya jasa yang kau terima
Berkatmu. Kumantap, kumemandang, kumelihat sebelah lain dunia
Tuk mengubahnya menjadi pelepas nasib
Maka proporsional langit, seluas samudera dan seberat gunung
Terhatur peroleh kasih untukmu, guruku.

Guruku

puluhan tahun anda mengajar kami.
Membaca,batik,serta behitung
Puluhan tahun dia mendidik kita
Menjadi momongan yang baik dan pengerti.

Masa ini,aku mutakadim bisa
Mengaji,menulis,berkira-kira,serta bekerja.
Demimu,kami relakan sejuta kesempatan.
Hanya demi malaikat pendidik.

Guruku,kami satu-satunya-alat penglihatan siswa-muridmu.
Yang lain dapat selamanya menyenangkan hatimu.
Engkau adalah khalayak yang sabar.
Menghadapi sejuta keburukan.

Terima hadiah,Guruku.

Pengabdian

Oleh Roosmilarsih

Sribu rintangan adalah cambuk perjuangan
Sejuta pengabdian bagai emas nan kita tanam
Terharu, suka yaitu pangkat, buat kita sampai ke puncak kesuksesan
Menjadi sosok dengan satu kepribadian nan enggak goyah oleh selembar surat keputusan

Pengabdian, musim terus bepergian bukan ada beda
Copot yang berlalu dan menjelang tak beri kepastian
Hanya tugas dan segudang kewajiban
Yang tak pernah beri milik atas segala pengorbanan

Gemuruh semangat kalian adalah cita
Yang kan mampu runtuhkan tingginya jurang pemisah privat pendidikan
Karena smangat juang kalian tak kalah makanya selembar surat berilmu berpangkal yang berwenang
Tak da keraguan dan kebimbangan

Spanjang waktu, langkah kalian semerbak
Tidak da pamrih, meski tahu tanggal satu yang tidak kawin berpihak
Kalian terlebih tak pernah peduli, karena disetiap waktu ada tujuan yang takan bisa terbalas oleh manusia
Doang berpengharapan semua balas centung datang pada waktunya

Mari dengan berbangga kita tempik
Hidup pengabdian, sukma perlawanan
Agar rasa putus asa tidak cak bertengger mendekat
Agar kejenuhan tak brani hinggap

Tak ada nan tawar
Pengorbanan kalian bagai para suhada
Doa kalian adalah wangi suralaya nan memanggil dan meminta
Mari syukuri karna kita merupakan individu saringan dan teladan, tuk ki menggarap generasi menjadi pejuang roh

Jangan ajari aku penyelewengan, guruku

Oleh Abdul Juri

Kureguk ilmumu di saat aku dahaga akan ilmu
Kurasakan hangat pemberian sayangmu kala engkau tebarkan lengkap buat anakmu
Senyum sapa salammu setia menyambut kedatanganku
Tanpa kenal payah engkau tebarkan kebajikanmu

Aku siapa bukan anak yang pintar
Aku ingin meraup ilmu nan engkau ajar
Ilmumu aku goreskan dengan ujung pena
Di atas buku kusimpan jejak tulisanmu penuh rasa
Kuhayati sebut katamu dengan seberinda nyawa

Aku ke sekolah bukan ingin mengumpulkan pura angka
Aku kelihatannya lain anak yang layak menjawat kampiun
Aku hanyalah anak wilayah yang ingin melukis masa depan dengan penuh agak
Aku ingin membekali diri dengan guna-guna yang kau semaikan sepanjang masa

Aku ingin guruku memberi angka apa adanya
Bukan angka basa-basi biar aku kelihatan anak asuh ampuh
Melebun diriku… orang bertongkat sendok… dan seluruh bangsa
Meski aku tahu guruku takut dikatakan gagal mendidik anak nasion
Terpaksa membagi angka yang cetar membahana
Di bawah intimidasi tunjangan takkan larutan takdirnya anak asuh diberi angka apa adanya.

Guruku… jangan ajari aku korupsi
Beri kami angka sesuai bukti yang engkau miliki
Itulah cahaya muka kami nan masih harus belajar makin gentur pula
Agar area ini kelak beranak generasi emas yang hakiki
Bernas berdikari taklukkan manjapada yang bertambah berkompetisi
Bukan emas ilegal yang menipu diri sendiri

Guruku… Ajarkan kami seberinda hati dengan kejujuran dan hati.

puisi guru

Jika Tanpa Dirimu

Kaulah pembimbingku
Kaulah pengajarkku
Kaulah pendidikku
Guru…..

Itulah julukanmu
Yang tak pernah jenuh internal
Mengajar dan membimbingku
Suhu….

Sonder dirimu saya dapat hancur
Tanpa dirimu saya dapat sengsara
Sonder dirimu saya dapat sesat
Guru…
Terima hidayah
Atas segala apa jasa jasamu

Air Mata Lakukan Guru

Makanya Dhiya Gustita Aqila

Sekali lagi hilang putaran penting hidupku…
Terlalu cepat musim mencoket dirimu…
Waktu lain mencerna apa perasaanku…
Air mata kembali bersamaku…

Melepasmu bagai dagingku telah hancur…
Hatiku layu tidak kembali mekar…
Ku tak bisa menjadi seorang anak berilmu…
Tanpa dirimu itu akan sukar…

Air mata ini untukmu…
Kau boleh dengar tangisannya camar…
Suaranya centung bergema di tiap celah hatimu…
Kan mengisi kekosongan rumahmu..

Seumpama kita lain berparak…
Detikku takkan resah…
Melihatmu telah jauh…
Hatiku semakin rapuh…

Pahlawan nan terlalaikan

Maka dari itu Ahmad Muslim Mabrur Umar

Cermatilah syair terbelakang ini, kawan
Sajak yang terkisah dari hamba allah primitif pula
Khalayak yang sama sekali terbangai
Sosok nan sering tak dianggap

Ialah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan
Terka-lah semoga mungkin pahlawan ini
Ingatlah lagi sebaiknya apa jasanya
Ia tak peka genggam senjata api Sira tidak antuk di tempat perang

Ucap, panjang usus dan kata hati menjadi senjatanya
Keberhasilanmu konsorsium, itulah jasanya
Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya
Tidak sira yang diharap menang
Sekadar suksesmu dan suksesmulah menangnya

Dapatkah seharusnya jawab barangkali pahlawan ini
Karenanyalah kudapat tulis sajak ini
Karenanyalah kau boleh baca sajak ini
Juluknya yakni pahlawan sonder medalion

Mungkin telah teringat olehmu konsorsium
Siapa telah kau tebak jawabnya
Yaitu pahlawan dan ibu bapak kedua
Adalah guru, sang pahlawan nan telantar.

puisi bagi seorang guru

Temperatur Maafkanlah

Granula air ain kami waktu ini
Mungkin tidak seberapa dan tak serupa itu artinya apa-segala
Karena yang kian artinya yaitu
Butiran air hujan nan sangat baplang
Yang kau hadapi..

Kau Lewati..
Dan kau lalui bersama mumbung hati masif
Semua itu kau melakukan hanya untuk kami..
Panasnya situasi saat ini

Kelihatannya tidak seberapa dan bukan begitu artinya apa-segala
Karena yang lebih artinya adalah
Panas teriknya matahari yang terpancar
Yang kau hadapi..

Kau Lewati..
Dan kau lalui bersama munjung hati panjang hati
Semua itu kau melakukan namun untuk kami..

Sahaja.., Dayuh yang kau rasakan momen ini
Bisa jadi tidak seberapa dan tidak sedemikian itu artinya apa-segala
Karena yang kian artinya adalah
Bukan main sedihnya kami saat ini..

Ketika semua jasa luhur nan kau berikan
Bukan bisa kami lalui bersama mumbung balas budi
Guruku maafkanlah kami.

Jasamu Tak Terbalas

Maka dari itu Saraswitha Shinta Hapsari

Detik ilmuku gelap gulita
Engkaulah pelitanya
Ketika ilmuku butuh binar
Englaulah penerangnya
Kau buat aji-aji
Menyenteri otakku
Seolah ia berkata
“Rajinlah membiasakan muridku.. Mudahmudahan kau sukses nantinya..”
Batinmu…
Padamu temperatur-guruku
Aku haturkan rasa hormatku
Untukmu guru-guruku
Aku ucapkan terima kasih
Atas mantra yg telah kau bagi pada pesuluh-muridmu
Jasamu tak morong pertautan terbalas
Selamat musim pahlawan..
Untukmu pahlawan tanpa tanda jasa
Songsong kasihku…
Karna tanpamu
Aku terduduk di alam kegoblokan

Sang suhu

Makanya Fitriana Munawaroh

Tentang kesamaran…
Tentang buta pada zaman adv amat rekata.…
Akan halnya kebodohan nan merajalela….
Dan tentang hamba allah penumpas itu semua….
Ialah si guru….
Makhluk yang kudus berbagi aji-aji….

1, 2, 3 ,4 dan seterusnya….
Harapnya setia tak lekang dimakan spirit….
Tetap tak basi semenjak sebuah tradisi….
Dia tetap luhur…
Dengan segala wibawanya….

Masa depan?
Jangan kau tanyakan….
Aku dan kamulah sang maksud…
Menjadi kian hebat berpunca apa yang beliau ajarkan….
Maka genggamlah apa yang sira percayakan…

Guru Pejuang Di Zaman Ini

Master… Kau adalah
Pejuang Yang siap membentengi kami
Demi lakukan kecerdasan bangsa ini

Kau latih kami lakukan kuat
Kau ajari kami cak bagi ulung
Kau bimbing kami kerjakan menuju sukses

Kau marah saat kami menyerah
Kau kecut hati ketika kami gagal
Tapi kau bahagia ketika kami berjaya Hawa…

Perjuanganmu betapa luhur
Kau demen mengorbankan semuanya
Demi kami anak asuh-anak bangsa

Untuk Guruku Terkasih

Oleh Victoria Anggia Alexandra

Engkaulah adalah lenteraku, di privat kegelapan
Engkaulah yaitu nyamur penyejukku, di dalam kehilangan
Engkau merupakan penuntunku, di dalam kebutaan
Engkau adalah temanku di intern kesatuan

Beliau beri kami jawaban berpangkal masalah kami
Engkau beri kami harapan dari keputusasaan kami
Engkau berikan kami arah dari kesesataan
Engkau beri kami keindahan kerumahtanggaan kesunyiaan

Engkau berjuang memerangi demi kebaikan kami
Kamu menciptakan khalayak yang bertata cara
Dia berjuang memerangi kemiskinan
Kamu mencantolkan intensi bangsa di pundak kami
Engkaulah pelangi di tengah angin indra bayu
bagaikan pejuang di perdua penolakan
Engkaulah hujan angin di gurun gobi
bak secercah harapan di paruh ketidak pastian

Oh guruku…
Kamu yaitu pahlawan sejati
Engkau adalah seseorang yang selalu kami nanti
Jasamu tak akan dapat kubalas sampai mati

Si pengabdi

Oleh Zaniza

Setiap pagi kau susuri perkembangan berduli
Berpacu tahun demi waktu
Tak hirau deru sarana lengkingan knalpot
Tak hirau dingin mencotok
Kala sang penguasa langit tuangkan cawannya
Wajah-paras lugu haus teko mantra
Ki berbahagia di pelupuk alat penglihatan menunggu
Untaian kata demi kata terucap seribu makna
Untaian kata demi introduksi terucap penyejuk jiwa

Ruang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmu
Menyaksikan tingkah polah si penerus
Canda tawa penghangat suasana
Hening sepi berkutat dengan pertanyaan
Lengking suara rekata adu argumen

Pangsa persegi menjadi saksi kelu pengabdianmu
Entah berapa tarum tergurat di kusen putih
Entah berapa lisan terucap sarat makna
Entah berapa kepingan curahan ilmu terkoreksi
Entah berapa ajaran budi kau tanamkan

Hari demi waktu dijalani hanya demi menghamba
Berserah diri mengharap kasih Ilahi
Ilmu kau beri minta kan berfaedah
Satu persatu sang penerus silih berganti
Tumbuh menjadi tunas-taruk area
Kau tegar di sini setia mengabdi
Setakat masa kan bubar kelak.

Amarah Master

Oleh Dwi Kurniati

Ketika…
Kelompok datang…
Kesalahan terjadi, membuat ia melayangkan benda!
Mencacat setiap khalayak yang ada!
Semua cucu adam mendapat hadiah!
Semua orang beruntung makian!
Mendadak kesunyian datang akan kemarahannya, ia berdiri!
Tunjuknya sendiri yang membuatnya murka!
Berdiri ia disebrang di depan tembok berwarna kuning
Bertanya-tanya tentang kesalahan
Semua mata menatap
Papan besar timbrung menjadi martir gagu
Coretan tarum ikut menjadi pendengar zakiah
Cicak” menyaksikan semuanya
Terjadinya amarah seorang suhu kepada muridnya
Sunyi … kesunyian … mulai menyerang
Membentuk orang diam terpaku tak mengalir
Bagaikan reca nan tidak bernyawa
Ibarat laler yang hanya bisa menyaksikan
Tahun bergerak!
Menit demi detik masa berjalan
Amarah meredam
Hati terbuka
Keajaiban menghampiri
Kembali dia diseberang sana
Berujar lembut dengan saksama
Duduk lagi engkau sekali lagi
Terbesit kekecewaan di dada, akan tetapi semua terlewatkan
Menganggap ini semua yaitu penelaahan

Demikianlah puisi adapun guru, moga dengan puisi diatas boleh menambah rasa hormat kita terhadap anda serta ilmu kita bisa berguna nantinya Aamiin.

Wacana:

  • maxmanroe.com
  • romadecade.org
  • serupa.id

Source: https://saintif.com/puisi-guru/

Posted by: bljar.com