Pengertian Manajemen Menurut Adam Smith

Penyelenggaraan
yakni seni menuntaskan pekerjaan melangkaui orang lain. definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa koteng manajer bertugas mengatur dan menujukan orang tak untuk mencapai tujuan organisasi.[1]
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen misal sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumur daya bikin mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[2]
Manajemen belum punya definisi yang luas dan dituruti secara mondial.[3]

Etimologi

[sunting
|
sunting sumber]

Pembukaan “tata” berasal semenjak bahasa Prancis Historis
ménagement, yang memiliki maslahat “seni melaksanakan dan mengatur”.[4]
Kata ini mungkin berasal berpunca bahasa Italia (1561)
maneggiare
yang berarti “mengendalikan,” terutama n domestik konteks mengendalikan kuda, nan dari mulai sejak bahasa Latin
manus
yang berarti “tangan”.[5]
Bahasa Prancis adv amat mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi
ménagement, yang memiliki arti yaitu seni melaksanakan dan mengatur.[4]

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak memori manajemen, namun diketahui bahwa guna-guna manajemen telah ada sejak ribuan periode yang lalu. Situasi ini dibuktikan dengan adanya limas di Mesir.[6]
Piramida tersebut dibangun oleh lebih mulai sejak 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Agung Giza tak akan berdampak dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa memedulikan segala sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan barang apa nan harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bulan-bulanan bakunya, mengusung dan mengarahkan para praktisi, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa apa sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin tersalurkan tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan sepanjang masa 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi ki akal perekonomian dan perdagangan. Penghuni Venesia meluaskan bentuk awal perusahaan memikul dan melakukan banyak kegiatan yang sah terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai komplet, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal; pada tiap-tiap perhentian, alamat lazim dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan paradigma lini perakitan yang dikembangkan oleh Henry Ford bakal merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan bagi memantau isinya, manajemen sumber kancing manusia bakal mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi lakukan melacak pendapatan dan biaya.

Daniel Wren membagi evolusi pemikiran penyelenggaraan intern empat fase, yaitu pemikiran semula, era manajemen sains, era manusia sosial, dan era beradab.[7]

Pemikiran awal

[sunting
|
sunting sumber]

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa utama dalam ilmu manajemen.[3]
Hal pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah teologi ekonomi klasik,
The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, engkau mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu prediksi pekerjaan ke intern tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan pabrik industri peniti misal contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh hamba allah—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan terbatas lebih 48.000 jarum biku n domestik sehari. Akan sekadar, jikalau setiap hamba allah bekerja sendiri menyelesaikan masing-masing babak karier, mutakadim sangat hebat bila mereka berlambak menghasilkan dua puluh peniti sehari. Smith mengikhtisarkan bahwa pendistribusian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang bisa menghemat karyawan.[8]

Peristiwa terdepan kedua yang memengaruhi perkembangan guna-guna penyelenggaraan adalah Revolusi Industri di Inggris. Arus Industri menandai dimulainya pendayagunaan mesin, mengoper tenaga khalayak, yang berhasil pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat spesifik nan disebut “pabrik.” Evakuasi ini mengakibatkan manajer-manajer saat itu membutuhkan teori yang dapat mendukung mereka menenung permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, membidikkan kegiatan sehari-masa, dan lain-lain, sehingga aji-aji manajamen menginjak dikembangkan oleh para tukang.

Era pengelolaan ilmiah

[sunting
|
sunting sumber]

Frederick Winslow Taylor.

Sreg era ini ditandai dengan berkembangnya kronologi ilmu penyelenggaraan dari landasan teknisi—seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson[9]
Tata ilmiah dipopulerkan maka itu Frederick Winslow Taylor privat bukunya,
Principles of Scientific Management, plong waktu 1911. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah sebagai “eksploitasi metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik privat menyelesaikan suatu pegangan.” Beberapa pencatat sebagaimana Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya rahasia ini sebagai masa lahirnya teori manajemen berbudaya.[3]

Kronologi penyelenggaraan ilmiah juga didorong oleh munculnya pemikiran baru berpunca Henry Gantt dan keluarga Gilberth. Henry Gantt, yang rangkaian berkreasi bersama Taylor di Midvale Steel Company, memotori ide bahwa seharusnya seorang mandor mampu memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bertabiat rajin dan kooperatif. Ia lagi mendesain sebuah grafik lakukan membantu manajemen nan disebut seumpama Gantt chart nan digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan. Sementara itu, pasangan suami-gendak Frank dan Lillian Gilbreth bertelur menciptakan
micromotion, sebuah alat yang dapat mencatat setiap operasi yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan kerjakan melakukan setiap manuver tersebut. Alat ini digunakan untuk menciptakan sistem produksi yang kian efesien.[9]

Era ini lagi ditandai dengan hadirnya teori administratif, adalah teori mengenai apa nan seharusnya dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen nan baik.[9]
Pada semula abad ke-20, sendiri industriawan Perancis bernama Henri Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: menciptaan, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.[10]
Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan andai buram kerja buku didik ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga saat ini.[3]
Selain itu, Henry Fayol pun mengagas 14 prinsip tata yang yakni asal-asal dan ponten yang menjadi inti dari keberuntungan sebuah manajemen.

Sumbangan penting lainnya datang mulai sejak pakar sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe acuan organisasi yang disebut ibarat birokrasi—tulangtulangan organisasi nan dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan keabadian yang rinci, dan sejumlah rangkaian yang impersonal. Cuma, Weber menyadari bahwa bagan “birokrasi nan sempurna” itu tidak ada dalam realita. Dia mencitrakan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya andai limbung untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok samudra. Teorinya tersebut menjadi model desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.[3]

Jalan selanjutnya terjadi sreg musim 1940-an detik Patrick Blackett babaran ilmu penekanan kampanye, nan merupakan kombinasi semenjak teori statistika dengan teori mikroekonomi. Pengkajian operasi, sering dikenal dengan “manajemen sains”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah kerumahtanggaan manajemen, khususnya di bidang logistik dan persuasi. Pada waktu 1946, Peter F. Drucker—rajin disebut bagaikan Buya Ilmu Tata—menerbitkan salah suatu daya paling awal adapun pengelolaan terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation). Buku ini unjuk atas ide Alfred Sloan (ketua dari General Motors) yang menugaskan riset tentang organisasi.[11]

Era manusia sosial

[sunting
|
sunting sumber]

Era hamba allah sosial ditandai dengan lahirnya mazhab perilaku dalam pemikiran manajemen di penutup era manajemen sains. Mazhab perilaku tidak mendapatkan persaksian luas sampai masa 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi riset yang dikenal perumpamaan eksperimen Hawthorne.

Eksperimen Hawthorne dilakukan plong tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthorne nasib baik Western Electric Company Works di Cicero, Illenois.[3]
Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari supremsi berbagai varietas tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap capaian praktisi dibandingkan dengan tekanan kerumunan, penerimaan kerumunan, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti mengijmalkan bahwa norma-norma sosial atau standar kerubungan ialah penentu utama perilaku kerja individu.[9]

Kontribusi lainnya datang mulai sejak Mary Parker Follet. Follet (1868–1933) yang mendapatkan pendidikan di bidang filosofi dan aji-aji politik menjadi terkenal setelah menerbitkan gerendel berjudul
Creative Experience
pada waktu 1924.[9]
Follet mengajukan suatu filosofi bisnis yang mengutamakan integrasi sebagai cara lakukan mengurangi konflik tanpa kompromi atau dominasi. Follet pula berkepastian bahwa tugas sendiri pemimpin adalah untuk menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan individu dan intensi kerumunan. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa organisasi harus didasarkan sreg etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian, manajer dan sida-sida hendaknya memandang diri mereka sebagai mitra, lain tampin.

Pada waktu 1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul
The Functions of the Executive
yang menggambarkan sebuah teori organisasi kerumahtanggaan rangka untuk erotis manusia tidak memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard mengklarifikasi dikotonomi “efektif-efisien”. Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian pamrih, dan tepat guna adalah sejauh mana motif-motif individu bisa tersalurkan. Anda memandang organisasi protokoler sebagai sistem terpadu yang menjadikan kerja sama, harapan bersama, dan komunikasi bak elemen menyeluruh, sedangkan pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perhatian harga diri lebih diutamakan. Barnard juga berekspansi teori “pembelajaran dominasi” yang didasarkan puas gagasan bahwa atasan semata-mata punya kewenangan kalau bidak menerima otoritasnya.

Era modern

[sunting
|
sunting sumber]

Era maju ditandai dengan hadirnya konsep penyelenggaraan kualitas total pada abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa temperatur manajemen, yang paling tenar di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).

Deming, bani adam Amerika, dianggap sebagai Kiai Pengaruh Kualitas di Jepang.[9]
Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan internal kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Beliau menitikberatkan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya pembaruan, sedikitnya kesalahan, minimnya penghentian penangguhan, dan pemanfaatan nan lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) ulas pasar meningkat karena peningkatan kualitas dan penurunan harga; (4) profitabilitas firma peningkat sehingga boleh tarik urat dalam bisnis; (5) jumlah tiang penghidupan meningkat. Deming meluaskan 14 poin tulangtulangan buat mengijmalkan pengajarannya mengenai kenaikan kualitas.

Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran.[9]
Ia menyatakan bahwa 80 uang lelah cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol maka itu manajemen. Dari teorinya, kamu mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, dominasi, dan peningkatan kualitas.

Teori

[sunting
|
sunting sumber]

Manajemen ilmiah

[sunting
|
sunting sumber]

Pengelolaan ilmiah kemudian dikembangkan bertambah jauh oleh jodoh suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Batih Gilbreth berakibat menciptakan micromotion yang boleh mengingat-ingat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan setiap gerakan tersebut.[9]
Kampanye yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan perkakas ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi cap tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mengejar, menggenggam, memegang) yang mereka sebut
therbligs
(pecah nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja tertunggang dengan leter
th
tetap). Skema tersebut memungkinkan anak bini Gilbreth menganalisis pendirian nan bertambah tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.[9]

Skema itu mereka dapatkan bersumber pengamatan mereka terhadap kaidah penyusunan batu merah. Sebelumnya, Frank yang berkarya sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan bagi meledakkan rayuan bata bagi eksterior dan 18 aksi juga untuk interior. Melalui penelitian, beliau menyenangkan propaganda-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan buat memasang batu merah eksterior menciut bermula 18 usaha menjadi 5 usaha. Darurat untuk provokasi bata interior, ia mengurangi secara mencolok bermula 18 gerakan sampai menjadi 2 gerakan saja. Dengan memperalat teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat bertambah kaya dan menciut kelelahannya di penghujung hari.
[penis rujukan]

Pendekatan kuantitatif

[sunting
|
sunting mata air]

Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif—seperti statistik, contoh optimasi, model maklumat, ataupun simulasi komputer—untuk membantu tata mencekit keputusan. Sebagai kamil, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mencekit kebijakan pendistribusian sumber pusat. Tentatif analisis kolek reaktif boleh digunakan untuk membuat penjadwalan kerja nan lebih efesien. Kemudian model kuantitas antaran ekonomi membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum.

Pengembangan kuantitatif unjuk berpangkal pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II.[12]
Setelah perang berakhir, teknik-teknik ilmu hitung dan statistika yang digunakan bikin membereskan persoalan-permasalahan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya merupakan sekerumun perwira militer yang dijuluki “Whiz Kids.”[12]
Para perwira nan bergabung dengan Ford Motor Company puas medio 1940-an ini menggunakan metode perangkaan dan hipotetis kuantitatif bikin memperbaiki pengutipan keputusan di Ford.

Klasifikasi

[sunting
|
sunting sumber]

Ada 6 keberagaman teori manajamen diantaranya:

  • Perputaran klasik: Perputaran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan kelebihan-fungsi manajemennya. Ingatan dan kemampuan penyelenggaraan dibutuhkan sreg penerapan faedah-fungsi tersebut.
  • Arus perilaku: Aliran ini sering disebut sekali lagi distribusi manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya plong aspek manusia dan perlunya pengelolaan memahami anak adam.
  • Persebaran penyelenggaraan Ilmiah: aliran ini menunggangi matematika dan ilmu statistika untuk melebarkan teorinya. Menurut diseminasi ini, pendekatan kuantitatif merupakan wahana utama dan sangat berharga buat mengklarifikasi masalah manajemen.
  • Aliran analisis sistem: Revolusi ini menekankan pemikiran puas masalah yang berhubungan dengan permukaan lain untuk mengembangkan teorinya.
  • Revolusi manajemen berdasarkan hasil: Revolusi pengelolaan berdasarkan hasil diperkenalkan permulaan boleh jadi oleh Peter Drucker puas sediakala 1950-an. Sirkulasi ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya sreg interaksi kegiatan karyawan.
  • Peredaran manajemen mutiara: Aliran tata loklok memfokuskan pemikiran pada persuasi-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau pemakai.

Fungsi

[sunting
|
sunting sumber]

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen sumber akar yang akan selalu ada dan melekat di privat proses manajemen yang akan dijadikan cermin maka itu manajer dalam melaksanakan kegiatan lakukan mencapai tujuan.
[ceceh rujukan]

Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol sreg awal abad ke-20.[13]
Saat itu, dia menyebutkan panca kepentingan manajemen, yaitu mereka cipta, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Tetapi saat ini, kelima fungsi tersebut sudah diringkas menjadi tiga,
[butuh rujukan]

yaitu:

  1. Perencanaan (planning)
    adalah menimang barang apa nan akan dikerjakan dengan mata air yang dimiliki. Perencanaan dilakukan lakukan menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi plural tulangtulangan alternatif sebelum mencuil tindakan dan kemudian mengawasi apakah rencana nan dipilih sekata dan dapat digunakan bagi menetapi maksud firma. Perencanaan yaitu proses terpenting dari semua faedah manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-manfaat lainnya enggak dapat berjalan.
  2. Aktivasi (organizing)
    dilakukan dengan intensi membagi suatu kegiatan raksasa menjadi kegiatan-kegiatan nan lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer intern mengamalkan penapisan dan menentukan orang yang dibutuhkan lakukan melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Mobilisasi dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas barang apa nan harus dikerjakan, kelihatannya nan harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, kelihatannya yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan plong janjang mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing)
    adalah suatu tindakan untuk mengasongkan agar semua anggota kelompok berusaha lakukan sampai ke bahan sesuai dengan perencanaan manajerial dan persuasi.
  4. Pemeriksaan, meliputi kegiatan penapisan yang dilakukan agar kegiatan dapat sesuai dengan standar yang sudah direncanakan sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.[14]

Sarana

[sunting
|
sunting sendang]

Man
dan
machine, dua sarana tata.

Bakal menyentuh pamrih yang telah ditentukan diperlukan alat-organ sarana. Radas-alat ini merupakan syarat suatu usaha untuk menjejak hasil yang ditetapkan. Alat-perangkat tersebut dikenal dengan 6M, adalah
men, money, materials, machines, method, dan markets.[15]

Man
merujuk sreg sumber daya manusia yang dimiliki makanya organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia merupakan yang minimum menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan makhluk pula nan mengerjakan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab puas dasarnya insan merupakan bani adam kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya turunan-orang yang berkomplot bagi mencapai intensi.

Money
atau Uang yaitu salah suatu unsur yang lain dapat diabaikan. Komisi adalah alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang nan beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu komisi merupakan perkakas (tools) yang penting bakal mencapai tujuan karena segala apa sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Kejadian ini akan gandeng dengan berapa komisi yang harus disediakan untuk mengongkosi gaji pegawai, gawai-instrumen nan dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

Materials
terdiri dari bahan sehelai kaprikornus (raw material) dan bulan-bulanan bintang sartan. Dalam dunia kampanye bikin menjejak hasil yang lebih baik, selain makhluk yang ahli dalam bidangnya juga harus bisa menggunakan sasaran/materi-materi ibarat pelecok suatu sarana. Sebab materi dan manusia tidak boleh dipisahkan, tanpa materi tidak akan terulur hasil nan dikehendaki.

Machine
ataupun Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan nan lebih lautan serta menciptakan efesiensi kerja.

Metode
adalah satu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pencahanan manajer. Sebuah metode dapat dinyatakan bak penetapan prinsip pelaksanaan kerja satu tugas dengan memberikan bermacam rupa pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang cawis dan pemakaian hari, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sementara itu bani adam yang melaksanakannya enggak mengerti atau tak memiliki asam garam maka hasilnya tak akan memuaskan. Dengan demikian, peran utama dalam manajemen tetap manusianya seorang.

Market
atau pasar adalah palagan di mana organisasi menyebarluaskan (melelangkan) produknya. Membisniskan komoditas telah barang pasti sangat signifikan sebab bila produk yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlantas. Oleh sebab itu, penaklukan pasar dalam arti menebarkan hasil produksi ialah faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga produk harus sesuai dengan selera konsumen dan kiat beli (kemampuan) konsumen.

Prinsip

[sunting
|
sunting sumber]

Prinsip-prinsip n domestik penyelenggaraan berkarakter lentur internal kebaikan bahwa mesti dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-keadaan yang berubah. Menurut Henry Fayol, sendiri motor teori penyelenggaraan yang bersumber dari Perancis, prinsip-mandu umum manajemen ini terdiri mulai sejak:

  1. Pembagian kerja
  2. Wewenang dan tanggung jawab
  3. Disiplin
  4. Keesaan perintah
  5. Kesatuan brifing
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan koteng
  7. Penyerahan upah yang adil
  8. Pemusatan
  9. Hierarki
  10. Tata tertib
  11. Keadilan
  12. Stabilitas kondisi sida-sida
  13. Inisiatif
  14. Sukma kesatuan

Manajer

[sunting
|
sunting sumber]

Manajer adalah seseorang yang bekerja melintasi orang bukan dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
[kalam rujukan]

Tingkatan manajer

[sunting
|
sunting sumber]

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya.

Puas organisasi sistematis tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan kerangka piramida, di mana jumlah karyawan makin besar di bagian bawah daripada di puncak).

Manejemen lini pertama, dikenal pun dengan istilah penyelenggaraan operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas mengusung dan melihat sida-sida non-administratif yang terlibat n domestik proses produksi. Mereka pelalah disebut supervisor, manajer
shift, manajer daerah, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor.

Manajemen tingkat menengah mencakup semua penyelenggaraan yang berlimpah di antara manajer lini pertama dan tata puncak dan bertugas bak penghubung antara keduanya. Jabatan yang terdaftar manajer menengah di antaranya pemimpin putaran, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.

Tata puncak, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengincarkan jalannya perusahaan. Cermin manajemen puncak adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Walaupun demikian, tidak semua organisasi dapat tanggulang pekerjaannya dengan memperalat rajah piramida tradisional ini. Misalnya sreg organisasi yang makin laur dan sederhana, dengan karier yang dilakukan oleh skuat karyawan nan selalu berubah, berpindah pecah satu proyek ke bestelan lainnya sesuai dengan permintaan pekerjaan.

Peran manajer

[sunting
|
sunting sumber]

Henry Mintzberg, seorang juru pengkhususan mantra manajemen, memajukan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke internal tiga keramaian.[16]
nan permulaan adalah peran antar pribadi, yaitu menyertakan makhluk dan muatan lain, yang bersifat seremonial dan alegoris. Peran ini meliputi peran sebagai figur buat anak buah, komandan, dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer perumpamaan pemantau dan penyeru keterangan, serta peran sebagai juru bicara. Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, menutupi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi perigi kiat, dan pemohon.

Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis osean, aktivitas yang dilakukan oleh manajer yaitu berinteraksi dengan manusia lain.[16]

Keterampilan manajer

[sunting
|
sunting perigi]

Gambar ini menunjukan ketangkasan nan dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

Robert L. Katz sreg tahun 1970-an menampilkan bahwa setiap manajer membutuhkan paling tiga ketangkasan dasar.[17]
Ketiga keterampilan tersebut adalah:

  1. Keterampilan konseptual

    Manajer tingkat atas harus memiliki keterampilan untuk mewujudkan konsep, ide, dan gagasan demi keberuntungan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu bentuk kegiatan untuk mewujudkan gagasan ataupun konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja nan substansial itu biasanya disebut laksana
    proses perencanaan. Maka dari itu karena itu, kegesitan konsepsional pula meruipakan keterampilan untuk membuat
    rencana kerja.
  2. Kegesitan gandeng dengan orang bukan

    Selain kemampuan konsepsional, manajer kembali perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau kesigapan bersambung dengan basyar tidak, yang disebut sekali lagi kelincahan manusiawi. Komunikasi yang persuasif harus pelahap diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersekutu, dan kebapakan akan membuat tenaga kerja merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbabang kepada komandan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik sreg tingkatan penyelenggaraan atas, semenjana, atau bawah.
  3. Kegesitan teknis

    Keterampilan ini pada kebanyakan merupakan bekal untuk manajer lega tingkat yang lebih terbatas. Kelincahan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, takhlik takhta, akuntansi dan bukan-lain.

Selain tiga kelincahan sumber akar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang teristiadat dimiliki manajer, yaitu:[2]

  1. Kegesitan penyelenggaraan perian

    Merupakan kesigapan nan merujuk sreg kemampuan seorang manajer bikin menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 tiap-tiap tahun. Jika diasumsikan bahwa ia berkreasi selama 50 jam per minggu dengan musim liburan 2 ahad, maka gaji Frankfort setiap jamnya merupakan $800 saban jam—seputar $13 per menit. Berbunga sana dapat kita lihat bahwa setiap menit nan terbuang akan dahulu merugikan perusahaan. Rata-rata manajer, tentu saja, n kepunyaan gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Doang, perian yang mereka miliki loyal merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-lempar uang dan mengurangi produktivitas firma.
  2. Kesigapan membuat keputusan

    Merupakan kemampuan kerjakan mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan yakni nan paling utama bagi seorang manajer, terutama kerjakan kelompok manajer atas. Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan problem dan mengejar berbagai ragam alternatif nan dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang cak semau dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling kecil baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif nan sudah kamu pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang moralistis.

Etika

[sunting
|
sunting sumber]

Etika manajerial ialah standar prilaku yang memandu manajer internal pekerjaan mereka. Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin:[2]

  • Perilaku terhadap sida-sida
  • Perilaku terhadap organisasi
  • Perilaku terhadap badal ekonomi lainnya

Cagak keilmuan

[sunting
|
sunting sumber]

Penyelenggaraan pendidikan

[sunting
|
sunting sumber]

Pengelolaan pendidikan merupakan suatu proses penyelenggaraan perigi trik pendidikan secara efektif dan efisien kepentingan mencecah tujuan pendidikan. Pelaksanaan manajemen pendidikan dapat dalam buram personal maupun material.[18]
Kegiatan utama dalam penyelenggaraan pendidikan berkaitan dengan manajemen pendidikan dalam bentuk pengabdian dan pelayanan terhadap proses pendidikan.[19]

Tata proyek

[sunting
|
sunting sumber]

Manajemen proyek ialah suatu metode pengelolaan bagi menyelesaikan bermacam rupa kegiatan yang berbentuk proyek. Tata di dalam manajemen proyek dilakukan secara ilmiah intensif sejak pertengahan abad ke-20 Kristen. Manajemen proyek mengatur segala kegiatan nan berkaitan dengan keteknikan, konstruki dan manufaktur. Tujuan pecah manajemen proyek ialah tanggulang segala keterbatasan sumber daya alam dan sendang sendi manusia kerumahtanggaan meningkatkan taraf hidup masyarakat di dalam suatu negara.[20]
Objek kajian dari manajemen proyek adalah segala macam kegiatan yang berbentuk kiriman. Sifat dari proyek yang dikelola ialah sangat berbagai ragam, nonrutin, silih mempengaruhi satu sederajat bukan dan menirukan pola siklus kelangsungan hidup tertentu. Tiap kegiatan proyek memiliki jadwal pengerjaan dengan waktu memulai dan waktu mengakhiri yang jelas. Setiap kegiatan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan jenis dan intensitas pekerjaan nan berlainan-beda.[21]

Penyelenggaraan biaya

[sunting
|
sunting sumber]

Manajemen biaya yakni manajemen sistem manifesto keuangan dan sistem maklumat keuangan yang berkaitan dengan pendapatan, biaya, dan produtivitas bakal firma atau organisasi. Melalui tata biaya, suatu perusahaan atau organisasi dapat mengatur pengadaan dan penyediaan sumbe pusat yang diperlukan bakal kegiatan pengembangan. Dalam permukaan ekonomi, kegiatan manajemen biaya menutupi proses desain dan peluasan, kegiatan pembelian dan produksi, sistem pelayanan pemakai, serta sistem pemasaran dan peredaran.[22]
Manajemen keuangan berguna internal menentukan jenis kegiatan nan berfaedah berasal segi moneter dan operasional nan memerlukan biaya. Selain itu, manajemen biaya juga dapat menjadi acuan dalam menilai pengejawantahan yang dicapai dan perbaikan kinerja yang diperlukan dalam majemuk kegiatan.[23]

Manajemen mata air kancing insan

[sunting
|
sunting sumber]

Manajemen sendang daya cucu adam merupakan tata yang dilakukan untuk mengendalikan dan memanfaatkan mata air daya manusia n domestik plural keperluan. Intern manajemen sumber sentral anak adam, pengelolaan sumur kancing manusia menjadi penentu dalam mengelola sumber daya bukan seperti modal, teknologi produksi, dan strategi kegiatan operasional.[24]
Manajemen mata air daya manusia di dalam satu organisasi dapat berbentuk proses maupun kebijakan. Pengelolaan sumber daya manusia dalam perannya misal sebuah proses, bertujuan untuk membantu pencapaian intensi organisasi.[25]
Sedangkan privat perannya sebagai ketatanegaraan, manajemen sumber daya manusia menjadi suatu sarana pencapaian harapan organisasi secara efektif.[26]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Manajemen administrasi perkantoran
  • Penyelenggaraan pergantian
  • Manajemen komunikasi
  • Manajemen constraint
  • Manajemen biaya
  • Manajemen hubungan pelanggan
  • Manajemen harga pendapatan
  • Manajemen enterprise
  • Tata fasilitas
  • Manajemen integrasi
  • Manajemen pengetahuan
  • Tata pemasaran
  • Manajemen mikro
  • Manajemen guncangan
  • Manajemen penglihatan
  • Manajemen pengadaan
  • Tata program
  • Manajemen projek
  • Tata proses
  • Manajemen produksi
  • Manajemen kualitas
  • Manajemen sumber buku khalayak
  • Pengelolaan risiko
  • Keahlian manajemen
  • Manajemen pengeluaran
  • Manajemen rantai cadangan
  • Penyelenggaraan sistem
  • Penyelenggaraan waktu
  • Manajemen stress
  • Manajemen strategis
  • Manajemen keuangan
  • Pengelolaan personalia
  • Manajemen organisasi
  • Manajemen Pementasan
  • Pengelolaan Persiapan dan Pelaksanaan
  • Tata Pendidikan

Teks

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Vocational Business: Training, Developing and Motivating People by Richard barrett – Business & Economics – 2003. – Page 51.
  2. ^


    a




    b




    c



    Griffin, R. 2006. Business, 8th Edition. NJ: Prentice Hall.
  3. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f



    Robbins, Stephen dan Mary coulter. 2007. Management, 8th Edition. NJ: Prentice Hall.
  4. ^


    a




    b



    Oxford English Dictionary

  5. ^

    Online Etymology: Manage

  6. ^

    C.S. George Jr. 1972.
    The History of Management Thought, ed. 2nd. Upper Saddle River, NJ. Prentice Hall. h.4

  7. ^

    Wren, Daniel dan Arthur Bedeian. 2009. The Evolution of Management Thought

  8. ^

    Smith, Adam. 1776.
    An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
  9. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i



    http://www.referenceforbusiness.com/management/Or-Pr/Pioneers-of-Management.html

  10. ^

    Fayol, Henry. 1949. Administration, industrielle et generale.

  11. ^

    Drucker, Peter. 1946.
    Concept of Corporation. John Day Company.
  12. ^


    a




    b



    Cerita Whiz Kids

  13. ^



    Management Principles and Practices by Lallan Prasad and SS Gulshan
    (intern bahasa Inggris). Excel Books India. hlm. 6. ISBN 978-93-5062-099-1.





  14. ^

    Suwondo 2013, hlm. 7.

  15. ^


    Iwan, Sugeng Iwan; Ristanti, Idcha Kusma (2018-10-29). “TINJAUAN PELAKSANAAN POSYANDU Berdasarkan Atom-Unsur MANAJEMEN (6M) DI DUSUN PENJALINAN, DESA GONDANGLEGI KULON”.
    Kronik Pendidikan Kesehatan.
    7
    (2): 125–145. doi:10.31290/jpk.v7i2.88. ISSN 2442-7993.




  16. ^


    a




    b



    Mintzberg 1973. The Nature of Managerial Work

  17. ^

    Robert L. Katz.
    Skills of an Effective Administrator.

  18. ^

    Farikhah dan Wahyudhiana 2018, hlm. 4.

  19. ^

    Farikhah dan Wahyudhiana 2018, hlm. 5.

  20. ^

    Soeharto 1999, hlm. xiii.

  21. ^

    Soeharto 1999, hlm. xiv.

  22. ^

    Mulyana 2017, hlm. 2.

  23. ^

    Mulyana 2017, hlm. 2-3.

  24. ^

    Priyono 2010, hlm. 3.

  25. ^

    Priyono 2010, hlm. 4.

  26. ^

    Priyono 2010, hlm. 5.

Daftar bacaan

[sunting
|
sunting sumur]

  1. Farikhah, S., dan Wahyudhiana (2018).
    Manajemen Pendidikan
    (PDF). Sleman: Aswaja Pressindo. ISBN 978-602-6733-39-9.



  2. Mulyana, Deden (2017).
    Manajemen Biaya: Menyingkapi Lingkungan Bsinis Masa kini. Tasikmalaya: Lembaga Penelitian, Pengabdian puas Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Perguruan tinggi Siliwangi.



  3. Soeharto, Iman (1999).
    Manajemen Proyek (Dari Konseptual sampai Operasional) Jilid 1: Konsep, Studi Kelayakan dan Jaringan Kerja
    (PDF)
    (edisi ke-2). Jakarta: Penerbit Erlangga.



  4. Priyono (2010).
    Manajemen Sumber Daya Manusa
    (PDF). Sidoarjo: Zifatama Publishing. ISBN 978-602-6930-16-3.



  5. Suwondo, Chandra (2013).
    Penyelenggaraan Produksi dan Operasi. Jakarta Barat: halaman Moeka Publishing. ISBN 9786022690177.



Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    Management Theories
  • (Inggris)
    Free Management Library
  • (Inggris)
    Famous Quotes on Management



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

Posted by: bljar.com